i dont know you as if we're living in different universe
and
you fool me as if we're living in different galaxy
too bad,
since we're still living in same planet
all your lies are too soon be revealed.
i might still dont know you,
but i know your lies,
im not that stupid,, u fool..!
buaya dikadalin,,
goblok lo dasar..!!
Sunday, October 7, 2007
Saturday, October 6, 2007
im not alone
"jangan pernah ngerasa kesepian, you have 3 sisters and 2 brothers also 2 nephew/niece that will always with you"
my family will never ever fail me.
i can always count on them
lean on them
when ever i need them
mamah, bapak
mas adit, mbak ade
mbak nana, mas dwi
mbak non
dan my 2 niece and or nephew
i love you all
**betapa banyak waktu yang aku lewatkan tanpa mereka ketika, kami tlah dewasa,, now that i miss them. a lot..! very very much..!
my family will never ever fail me.
i can always count on them
lean on them
when ever i need them
mamah, bapak
mas adit, mbak ade
mbak nana, mas dwi
mbak non
dan my 2 niece and or nephew
i love you all
**betapa banyak waktu yang aku lewatkan tanpa mereka ketika, kami tlah dewasa,, now that i miss them. a lot..! very very much..!
Friday, October 5, 2007
where is my saviour..?
just finished my Lab report yang slalu membuat hidupku repot..
ditemani chatting sama hakiim,,abi,,furqan,,dn skrg danil,,sempet si adek dateng k kmr juga,,
hmm,,im kinda miss to have one-annoying-but-real-room-mate
abis dia cabut, ya udah,,kamar ini sepi lagi.. sendirian lagi..
i hate that word,,lonely,,alone,,anything with the same meaning..
katanya sih,
kesendirian dan kesepian yang bikin manusia nyari pasangan hidup,
biar g sepi, g sendiri, g kesepian..
tapi,, siapa..?
gimana lo tau who is right person at the right particular time,
how can i determine,
when d last person i thought was right had fail me, break me, left me high n dry.
jawaban dari abi tetep satu hal "told ya"
still trying to mend that broken things, too many were broken in fact.
trauma
separah itu kah gw..??
takut sakit lagi
defensif
u name the words..
satu lagi pertanyaan,,
kenapa si,, cewek bisa suka sama cowok simply karena dia pintar dan bisa bikin kita ketawa,,
while cewek harus jadi pintar, cantik, tinggi, putih, kurus, berrambut panjang, attractive[whatever definition u use for this word] untuk disukain sama cowok..??
[taken from marriagable novel by riri sardjono]
please,,come to me my saviour,,
i need you,,
who ever u might be..
ditemani chatting sama hakiim,,abi,,furqan,,dn skrg danil,,sempet si adek dateng k kmr juga,,
hmm,,im kinda miss to have one-annoying-but-real-room-mate
abis dia cabut, ya udah,,kamar ini sepi lagi.. sendirian lagi..
i hate that word,,lonely,,alone,,anything with the same meaning..
katanya sih,
kesendirian dan kesepian yang bikin manusia nyari pasangan hidup,
biar g sepi, g sendiri, g kesepian..
tapi,, siapa..?
gimana lo tau who is right person at the right particular time,
how can i determine,
when d last person i thought was right had fail me, break me, left me high n dry.
jawaban dari abi tetep satu hal "told ya"
still trying to mend that broken things, too many were broken in fact.
trauma
separah itu kah gw..??
takut sakit lagi
defensif
u name the words..
satu lagi pertanyaan,,
kenapa si,, cewek bisa suka sama cowok simply karena dia pintar dan bisa bikin kita ketawa,,
while cewek harus jadi pintar, cantik, tinggi, putih, kurus, berrambut panjang, attractive[whatever definition u use for this word] untuk disukain sama cowok..??
[taken from marriagable novel by riri sardjono]
please,,come to me my saviour,,
i need you,,
who ever u might be..
Tuesday, October 2, 2007
kenali wanita dari cara berjalannya
** re-post
Tips dari Kanjeng Pengeran Harya Tjakraningkrat dari buku bertajuk “Bethaljemur Addamakna”. Menurutnya setiap gerakan wanita ketika berjalan, melambangkan keperibadiannya.
1. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah. Golongan wanita yang jalannya berginjat, konon wanita ini adalah wanita yang tidak jujur, bila berbohong, mulutnya laser dan menyinggung perasaan orang lain. Wanita yang berjalan seperti ini juga terkenal dengan sikap egonya. Lebih parah, wanita ini biasanya pemboros atau suka membazir uang tanpa berpikir sebelum berbelanja. Padahal, uangnya itu masih banyak kegunaannya. Tapi jangan berkecil hati, kerana wanita seperti ini biasanya menjadi pujaan lelaki.
2. Bila berjalan, sering menoleh ke kanan and kiri. Wanita seperti ini biasanya pandai menyimpan rahsia. Walaupun ramai yang menganggap wanita seperti ini tidak jujur, suka menipu teman sendiri, dan merugikan temannya, namun, byk lelaki yang berusaha untuk menaklukan hatinya. Konon wanita seperti ini senang diatur.
3. Bila berjalan suka menunduk Cara berjalan melambangkan wanita seperti ini memiliki sifat yang tertutup. Ia hanya akan berbicara dengan orang-orang yang dekat dengannya dan dpt dipercaya untuk menyimpan rahasianya. Wanita seperti ini biasanya sukar untuk ditakluk hatinya. Disamping sikapnya yang dingin, wanita seperti ini tidak peduli dengan kehidupan cinta. Namun, jika ada lelaki yang berhasil menawan hatinya, dijamin akan mendapat kebahagiaan. Sebab, wanita jenis ini sangat setia, dan dia tidak akan mengkhianati lelaki yang dicintainya.
4. Bila berjalan menatap lurus ke depan. Wanita seperti ini biasanya memiliki pendirian yang teguh. Jangan sekali-sekali menentang apa yang pernah dikatakannya, jika anda tidak mau mendengar dia bicara panjang lebar. Meski pendiriannya teguh, tapi selalu berselisih pendapat. Jangan heran jika wanita seperti ini hanya mau bicara dengan orang yang berpengetahuan luas.
5. Bila berjalan badan bergerak ke kanan dan kiri. Wanita yang berjalan dengan gaya yang sedemikian tidak perduli dengan masalah yang berlaku. Apa pun masalah yang ada dihadapannya, dianggap kecil. Padahal masalah itu sebenarnya memerlukan kebijaksanaan dalam menyelesaikannya. Kerana sifatnya yang suka ambil gampangnya ini, banyak persoalan yang akhirnya tidak dapat diselesaikan dan akibatnya merugikan diri sendiri.
6. Bila berjalan badan tampak tegak Wanita ini tegas menentukan sikapnya sendiri. Dia tidak mau urusan pribadinya dicampuri orang lain. Gaya bicaranya serius, menunjukkan dia memiliki pendirian teguh. Yang menarik dari wanita ini, ia bertanggungjawap terhadap apa yang pernah dilakukannya. Dia menyenangi lelaki yang mandiri tanpa meninggalkan sifat-sifat romantisnya.
7. Bila berjalan seperti Jerapah. Maksudnya, ketika melangkahkan kaki, kelihatan bergerak ke depan dan ke belakang. Wanita jenis ini sangat lemah perasaannya. Dia seorang yang mudah terasa dan mudah ersinggung. Jadi, saat anda bicara dengannya cobalah menjaga perasaannya agar tidak tersinggung, wanita ini mudah mengeluarkan air mata.
8. Bila berjalan sambil cengar-cengir, senyam-senyum tanpa alasan jelas ini wanita gila, agak kurang waras jgn didekati
9. Bila berjalan sambil nyanyi trus bawa kecrekan Berarti dia WARIA, bukan wanita asli..banyak pria yang takut padanya
10. Bila berjalan sambil sesekali memamerkan barisan gigi2nya yang putih HATI HATI dia belom di suntik rabies !
11. Bila berjalan, dari belakang kelihatan seperti tidak memijak tanah Mungkin dia syetan….lariiiiii ……hahahhaha. …..
12. kalo ada wanita bisa jalan di air, wuah… itu pasti zhang zi yi! :p
13. Kalo ada wanita berambut panjang menutup muka dan keluar merangkak dari TV anda, maka itu Sadako. Avoid at all cost!
*copied from milis
***menurut lo,,gw jalannya gimana..??
jangan baca dulu baru cocokin sama gw yaa...
kalo menurut gw,,gw kalo jalan nunduk tuu...
cocok g siii...??
Monday, October 1, 2007
saya orang indonesia, dan bangga karenanya
repost dari indonesian community
Ini setori dikutip dari KOKI KCM Edisi Jumat 25 Agustus, 2006
Anda orang Indonesia?
Masih tinggal di Indonesia?
Di Jakarta?
Ke kantor naik bis- umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya ?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
Ok, sekarang saya serius. Kalau Ada yang bertanya: apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian? Maka jawaban saya adalah : Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan Biasa hidup susah!!! Becanda lagi nih? Nggak, saya Serius!! Saya nggak boong. Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya (red : kata pak ustadz harta yang berlimpah merupakan cobaan yang berat)
Kemampuan untuk hidup susah (saya sebut aja "survival ability" ya) tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan. Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika teman-nya-sebut saja Sarukh dan keluarganya - pamit pada boss saya pulang ke negara asalnya – India yang murah meriah untuk menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun kerja di Singapore . Eee… belum satu tahun pamitan, pulang ke India – si Sarukh sudah balik lagi ke Singapore, dan kali ini minta bantuan Boss saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.
What happened? Tanya boss saya. Sarukh bercerita, setelah pulang ke India, anak remajanya yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan menjadi pasien tetap psikiater di sana. Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan karena Anaknya Sarukh tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang sangat mapan (Singapore) ke kondisi yang sebaliknya (India). Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup dalam kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk hidup di negara yang belum mapan. Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiun dini-nya dan kembali kerja di Singapore.
Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta, pindah or berkunjung ke India sih nggak ada masalah. Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya dan rekan-2 kerja saya berkunjung ke India, boss saya wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan selama di India hanya minum-minuman dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan sekali-kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret di restoran tersbut, karena Kebersihan Airnya tidak terjamin, dan biasanya perut orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat boss saya.
Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India terdiri dari 5 orang. Satu orang Jepang –dari Jepang, dua orang Singapore dan dua orang Indonesia (termasuk saya baru sebulan kerja di Singapore). Dalam 2 minggu kunjungan ke India, kolega dari Singapore dan Jepang langsung menderita diare di Minggu pertama ke India, – diseliki, kemungkinan penyebabnyat adalah mereka pernah memesan kopi atau the di restoran local pada saat makan siang (yang tentunya tidak dari botol), Sementara si orang Jepang, walaupun secara ketat dia hanya minum-minuman botol atau kaleng selama makan di restoran-restoran lokal, terkena diare diduga karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari hotel untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan saya dan satu orang rekan lagi dari Indonesia, sehat walafiat tidak menderita suatu apapun selama di sana (mungkin karena di Indoneisa, sudah terbiasa jajan es dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih dari air di restoran-restoran India)
What is the moral of the story? Kita harus bangga karena Kita bisa lebih baik dari orang Jepang dan Singapore!!!! (at least, dalam hal ketahanan perut).
Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor (yang base-nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah workshop di Rio de Janeiro Brazil. Total waktu trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa). Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil, jalur yang paling umum dan cepat adalah ke arah Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil. Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 Jam saya sudah bisa mencapai Brazil. Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu. Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu. Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang sebelaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat, transit di Amsterdam, dengan waktu tempuhnya 6- 10 jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan hal-hal yang susah-susah.
Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti workshop di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha untuk terlibat aktif dalam workshop pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan atas pertanyaan peserta lainnya. Pada saat istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu. Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag", karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, dan baru saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh mereka. Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru tiba di hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai. Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya pada saya: "Tapi kamu naik pesawat, di kelas Bisnis khan?"
"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.
Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), dan salah seorang dari mereka memuji.
"Its very impressive, you guys Singaporean are really-really hard workers"
"I’m not Singaporean, I’m Indonesian working in Singapore" jawab saya dengan bangga.
Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan kolega dari Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam dari Singapore 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara aktif mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya menjadi pembicaraan mereka , karena sewaktu makan malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah ceritakan mengenai perjalanan saya dari Singapore – bertanya pada saya tips and trick supaya bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu lama (ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya). Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab : "Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi dari Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan alat transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo Sapiens" yang bisa menjadi penumpangnya , dan di tambah lagi waktu tempuhnya yang lama sekali karena hampir di setiap setasion harus berhenti, maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi terbang apapun yang di muka bumi ini".
Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang saya jelaskan, dan saya yakin mereka tidak bisa "survive" dengan alat transportasi ini, yang fasilitasnya tentu jauh dari kelas Bisnis pesawat terbang (Note : kolega saya dari jerman, otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam). Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, ntah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan hidup susah" (dari sudut pandang mereka) yang saya miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya untuk ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini sedang berjalan di sana. Alhasil, bulan September – November saya akan bergabung dengan kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project di sana. Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini kali pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor cabang untuk mensupport project yang sedang mereka kerjakan di kantor pusat.
Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca sekalian punya alasan semakin bangga menjadi orang Indonesia. Kalau anda lagi di luar negeri dan ditanya "Anda dari mana?" Jawablah dengan bangga:
Ya, Saya dari Indonesia,
Negara yang lagi susah,
Saya juga hidupnya susah
Tapi saya bisa "survive", Dan saya bangga karenanya!!!
Any Problem???
Mahendra Hariyanto, Singapore, 24 Agustus 2006. Selamat merayakan HUT kemerdekaan ke 61. MERDEKA!!!!
Ini setori dikutip dari KOKI KCM Edisi Jumat 25 Agustus, 2006
Anda orang Indonesia?
Masih tinggal di Indonesia?
Di Jakarta?
Ke kantor naik bis- umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya ?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
Ok, sekarang saya serius. Kalau Ada yang bertanya: apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian? Maka jawaban saya adalah : Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan Biasa hidup susah!!! Becanda lagi nih? Nggak, saya Serius!! Saya nggak boong. Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya (red : kata pak ustadz harta yang berlimpah merupakan cobaan yang berat)
Kemampuan untuk hidup susah (saya sebut aja "survival ability" ya) tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan. Boss saya (orang India) pernah cerita: suatu ketika teman-nya-sebut saja Sarukh dan keluarganya - pamit pada boss saya pulang ke negara asalnya – India yang murah meriah untuk menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun kerja di Singapore . Eee… belum satu tahun pamitan, pulang ke India – si Sarukh sudah balik lagi ke Singapore, dan kali ini minta bantuan Boss saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.
What happened? Tanya boss saya. Sarukh bercerita, setelah pulang ke India, anak remajanya yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada stress dan menjadi pasien tetap psikiater di sana. Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan karena Anaknya Sarukh tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang sangat mapan (Singapore) ke kondisi yang sebaliknya (India). Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup dalam kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk hidup di negara yang belum mapan. Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiun dini-nya dan kembali kerja di Singapore.
Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta, pindah or berkunjung ke India sih nggak ada masalah. Saya jadi ingat, 2 tahun lalu ketika saya dan rekan-2 kerja saya berkunjung ke India, boss saya wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan selama di India hanya minum-minuman dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan sekali-kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret di restoran tersbut, karena Kebersihan Airnya tidak terjamin, dan biasanya perut orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat boss saya.
Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India terdiri dari 5 orang. Satu orang Jepang –dari Jepang, dua orang Singapore dan dua orang Indonesia (termasuk saya baru sebulan kerja di Singapore). Dalam 2 minggu kunjungan ke India, kolega dari Singapore dan Jepang langsung menderita diare di Minggu pertama ke India, – diseliki, kemungkinan penyebabnyat adalah mereka pernah memesan kopi atau the di restoran local pada saat makan siang (yang tentunya tidak dari botol), Sementara si orang Jepang, walaupun secara ketat dia hanya minum-minuman botol atau kaleng selama makan di restoran-restoran lokal, terkena diare diduga karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari hotel untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan saya dan satu orang rekan lagi dari Indonesia, sehat walafiat tidak menderita suatu apapun selama di sana (mungkin karena di Indoneisa, sudah terbiasa jajan es dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih dari air di restoran-restoran India)
What is the moral of the story? Kita harus bangga karena Kita bisa lebih baik dari orang Jepang dan Singapore!!!! (at least, dalam hal ketahanan perut).
Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor (yang base-nya di Singapore) untuk mengikuti sebuah workshop di Rio de Janeiro Brazil. Total waktu trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa). Sebenarnya, dari Singapore ke Brazil, jalur yang paling umum dan cepat adalah ke arah Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil. Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 Jam saya sudah bisa mencapai Brazil. Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu. Padahal, saya tidak punya waktu sebanyak itu. Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang sebelaliknya, mengeliling belahan bumi bagian barat, transit di Amsterdam, dengan waktu tempuhnya 6- 10 jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan hal-hal yang susah-susah.
Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. Dan keesokan paginya saya langsung mengikuti workshop di sana. Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha untuk terlibat aktif dalam workshop pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan atas pertanyaan peserta lainnya. Pada saat istirahat, saya sempat berbincang-bincang dengan kolega-kolega dari Jerman peserta workshop itu. Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag", karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, dan baru saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh mereka. Lalu, saya berkata pada mereka, bahwa sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru tiba di hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai. Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya pada saya: "Tapi kamu naik pesawat, di kelas Bisnis khan?"
"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.
Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), dan salah seorang dari mereka memuji.
"Its very impressive, you guys Singaporean are really-really hard workers"
"I’m not Singaporean, I’m Indonesian working in Singapore" jawab saya dengan bangga.
Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan kolega dari Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam dari Singapore 12 jam sebelumnya dan masih bisa secara aktif mengikuti workshop tersebut. Saya tahu kalau saya menjadi pembicaraan mereka , karena sewaktu makan malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah ceritakan mengenai perjalanan saya dari Singapore – bertanya pada saya tips and trick supaya bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu lama (ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya). Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab : "Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi dari Jakarta ke Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan alat transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo Sapiens" yang bisa menjadi penumpangnya , dan di tambah lagi waktu tempuhnya yang lama sekali karena hampir di setiap setasion harus berhenti, maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi terbang apapun yang di muka bumi ini".
Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya khawatir dia tidak akan mengerti atas apa yang saya jelaskan, dan saya yakin mereka tidak bisa "survive" dengan alat transportasi ini, yang fasilitasnya tentu jauh dari kelas Bisnis pesawat terbang (Note : kolega saya dari jerman, otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam). Seminggu, setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, ntah karena terkagum-kagum dengan "kemampuan hidup susah" (dari sudut pandang mereka) yang saya miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya untuk ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini sedang berjalan di sana. Alhasil, bulan September – November saya akan bergabung dengan kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project di sana. Cukup membanggakan, karena, kata boss saya, ini kali pertama "Kantor Pusat" meminta bantuan dari kantor cabang untuk mensupport project yang sedang mereka kerjakan di kantor pusat.
Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca sekalian punya alasan semakin bangga menjadi orang Indonesia. Kalau anda lagi di luar negeri dan ditanya "Anda dari mana?" Jawablah dengan bangga:
Ya, Saya dari Indonesia,
Negara yang lagi susah,
Saya juga hidupnya susah
Tapi saya bisa "survive", Dan saya bangga karenanya!!!
Any Problem???
Mahendra Hariyanto, Singapore, 24 Agustus 2006. Selamat merayakan HUT kemerdekaan ke 61. MERDEKA!!!!
do i need an islamic look ..??
emang muka gw g ada islamic look nya ya..??
dn apakah gw perlu itu hanya untuk menyatakan bahwa gw puasa...??
jadi gini ceritanya,,
hari itu,,gw balik kuliah,,naik bus ama temen scuba diving gw yg cina,,
emang pas itu gw lagi dapet dn g puasa,,
pas sampe arked,,si sipit mau turun,, dan nanya ma gw
"going lunch?"
i mean,,kok kalian nanya si,, bukannya ini bulan puasa ya...??
apa gw pantesnya g puasa..??
trs tadi..
abis tes gw nanya sama temen gw yg india,,
"kapan mo bikin tugas?"
dia bilang "nanti jam 230,,sekarang lunch yuk"
gw bilang "aku puasa lah.."
dn dia kaya "HA..??"
dan disini tuh yang kaya g menghormati bulan puasa banget,,
cina2 tetep aja bawa botol minum mereka yang besar dn segar,,
minum didepan qta,,
yang aneh,, kalo kalian melayu walopun lagi dapet dn g puasa,,
g boleh dine in di resto,,i mean itu kan urusan individual donk..
tapi yg cina dn india bodo amat mau makan di depan kita,,
malah,, gw liat temen cina gw beli cemilan di bazaar ramadhan [tempat kita biasa beli buka] dan langsung dia makan disana..
aneh yaaa....
jadi mereka tu g tau kalo ini bulan ramadhan,,
apa g peduli,,
apa gw harus punya islamic look buat diakui bahwa gw puasa,,
apa karna gw g pake jilbab,,jadi gw g berhak dikira puasa,,
apa karna nama gw g ada binti nya jadi gw g berhak puasa,,
apa karna gw bukan warga negara jadi gw g berhak puasa.....??
ah bingung gw ama negara ini,,,
dn apakah gw perlu itu hanya untuk menyatakan bahwa gw puasa...??
jadi gini ceritanya,,
hari itu,,gw balik kuliah,,naik bus ama temen scuba diving gw yg cina,,
emang pas itu gw lagi dapet dn g puasa,,
pas sampe arked,,si sipit mau turun,, dan nanya ma gw
"going lunch?"
i mean,,kok kalian nanya si,, bukannya ini bulan puasa ya...??
apa gw pantesnya g puasa..??
trs tadi..
abis tes gw nanya sama temen gw yg india,,
"kapan mo bikin tugas?"
dia bilang "nanti jam 230,,sekarang lunch yuk"
gw bilang "aku puasa lah.."
dn dia kaya "HA..??"
dan disini tuh yang kaya g menghormati bulan puasa banget,,
cina2 tetep aja bawa botol minum mereka yang besar dn segar,,
minum didepan qta,,
yang aneh,, kalo kalian melayu walopun lagi dapet dn g puasa,,
g boleh dine in di resto,,i mean itu kan urusan individual donk..
tapi yg cina dn india bodo amat mau makan di depan kita,,
malah,, gw liat temen cina gw beli cemilan di bazaar ramadhan [tempat kita biasa beli buka] dan langsung dia makan disana..
aneh yaaa....
jadi mereka tu g tau kalo ini bulan ramadhan,,
apa g peduli,,
apa gw harus punya islamic look buat diakui bahwa gw puasa,,
apa karna gw g pake jilbab,,jadi gw g berhak dikira puasa,,
apa karna nama gw g ada binti nya jadi gw g berhak puasa,,
apa karna gw bukan warga negara jadi gw g berhak puasa.....??
ah bingung gw ama negara ini,,,
Friday, September 28, 2007
siblings
i am now IM-ing with mbnana,,
yesterday she msg-ed me when i didnt OL all day, doin my assignment at KTDI
she said mbnon is not well, n not b able to go to her office
and at that particular day, i was taking neozep,,
[kompak ajah..]
n now she said that,
she is also feeling not well,,
the air was extremely hot n all that she want is to drink ice, which is not good.
and she told me,, the other day mas adit went home and said "aku koq koyo arep flu ngene yo mah..?"
huhu,,,siblings,,kompak aja sakit bareng2..
i remember d days about nine years ago [maybe] when i was still in elementary school,,dunno what grade..
when it comes to ramadhan,
we usually get sick,,all of us,,
started from who, then she was getting better,
then him,, then better
than me,, then getting better,,
then her..
gituuu ajah..
ganti2 an,,
if im not mistaken, that year was d first year when we didnt celebrate lebaran in solo,
when we all sick..
and looking at what we r now,,
my mas adit is gonna b a father,
my mbnana is gonna be a mother,
my mbnon is twenty-something,,
there r still something that havent changed from all of us..
oohhh,, how i miss my siblings,
how i love them,
how i love my parents,
how lucky i am to have them.
they love me [i guess n i hope]
they'll never leave me
they never fail me
the complete me..!
yesterday she msg-ed me when i didnt OL all day, doin my assignment at KTDI
she said mbnon is not well, n not b able to go to her office
and at that particular day, i was taking neozep,,
[kompak ajah..]
n now she said that,
she is also feeling not well,,
the air was extremely hot n all that she want is to drink ice, which is not good.
and she told me,, the other day mas adit went home and said "aku koq koyo arep flu ngene yo mah..?"
huhu,,,siblings,,kompak aja sakit bareng2..
i remember d days about nine years ago [maybe] when i was still in elementary school,,dunno what grade..
when it comes to ramadhan,
we usually get sick,,all of us,,
started from who, then she was getting better,
then him,, then better
than me,, then getting better,,
then her..
gituuu ajah..
ganti2 an,,
if im not mistaken, that year was d first year when we didnt celebrate lebaran in solo,
when we all sick..
and looking at what we r now,,
my mas adit is gonna b a father,
my mbnana is gonna be a mother,
my mbnon is twenty-something,,
there r still something that havent changed from all of us..
oohhh,, how i miss my siblings,
how i love them,
how i love my parents,
how lucky i am to have them.
they love me [i guess n i hope]
they'll never leave me
they never fail me
the complete me..!
Subscribe to:
Posts (Atom)